“MENYAKITI DIRI SENDIRI BUKAN SOLUSI UNTUK MENYALURKAN EMOSI”
Self Harm yaitu kondisi
dimana seseorang menyakiti diri sendiri yang dianggap sebagai cara untuk
mengatasi, mengungkapkan, bahkan bertahan dari kodisi yang sangat sulit. Bentuk
dari menyakiti diri tersebut bisa dilakukan secara fisik seperti menyayat,
mencakar, bahkan bisa sampai memukul diri sendiri. Beberapa orang yang sudah
menyakiti diri sendiri ketika sedang memendam masalah yaitu ada nya perasaan
lega setelah menyakiti diri tersebut.
Melukai diri sendiri atau self harm banyak dilakukan oleh remaja.
Beberapa tanda stress pada remaja adalah melukai diri sendiri, percobaan bunuh
diri, dan bunuh diri (Kirchner, et al.,2011). Lalu apa yang melatarbelakangi
remaja untuk melakukan sel harm? Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi
remaja untuk melakukan self harm yaitu karna sulit nya mengungkapkan emosi.
Tidak semua orang bisa mudah untuk mengungkapkan atau mengekspresikan emosi
nya, mereka merasa kosong dan merasa masalah nya sulit untuk dipahami oleh
orang lain.
Bagaimana solusi untuk orang-orang yang suka menyakiti diri?
Ada beberapa solusi agar remaja
atau dewasa tidak melakukan self harm
atau menyakiti diri sendiri seperti menulis keluh kesah di buku diary atau
kertas. Ini merupakan salah satu solusi agar seseorang tidak menyakiti diri
sendiri. Ketika seseorang merasa down dan sulit mengungkapkan emosi bisa
menumpahkan segala emosi tersebut ke dalam sebuah kertas, apa yang sedang
dirasakan, apa yang membuat diri kita sakit, semua bisa ditumpahkan di dalam
kertas tersebut. Ceritakan keluh kesah kita, lalu kertas tersebut bisa
dicoret-coret ataupun dirobek dan dibuang, dengan begitu bisa mengurangi rasa
emosi yang sulit di ekspresikan.
Solusi selanjut nya bagi orang yang suka menyakiti diri atau lebih tepat
nya suka menyilet tangan (self cutting)
adalah diganti dengan butterfly project.
Self cutting bisa menimbulkan
ketagihan, karna menurut mereka ada perasaan lega ketika sudah melakukan
cutting atau menyilet tersebut. Setiap darah yang mengalir dari siletan
tersebut adalah masalah yang sulit untuk diungkapkan, tetapi self cutting tanpa
disadari bisa menyebabkan kematian.
Butterfly project atau yang saat ini sedang trend “butterfly campaign” yaitu menggambarkan kupu-kupu di pergelangan
tangan lalu menulis nama orang yang kita sayangi. Jika kita menyayat atau
menyilet tangan yang berisikan gambar dengan nama orang yang kita sayangi
tersebut maka sama saja kita menyakiti orang yang kita sayangi, tetapi jika
kita membiarkan gambar tersebut hingga hilang dengan sendiri nya maka kita
berhasil melepaskan gambar kupu-kupu tersebut tanpa harus melukai nya.
Untuk teman-teman yang merasa diri nya kesepian,
menganggap orang lain tidak ada yang bisa mengerti tentang masalah kamu
sehingga kamu harus menyakiti diri sendiri untuk mengekspresikan emosi, cobalah
untuk mencari orang yang dapat menemani cerita karna sebenar nya ada banyak sekali orang-orang yang saying
dengan kamu dan peduli dengan kondisi kamu
DAFTAR
PUSTAKA
Kirchner, T., Ferrer, L., Forns, M., & Zanini, D. (2011). Self-harm
behavior and suicidal ideation among high school students. Gender differences
and relationship with coping strategies. Actas Espanolas dePsiquiatria, (39),
226-35.


Komentar
Posting Komentar